Tampilkan postingan dengan label Solo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Solo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Desember 2011

Kulo matur suwun sanget eyang

Seminggu yang lalu jiwa dan roh saya sah ada di kota kenangan saya ---> SOLO

Berita baiknya, Solo masih sama dengan semua keramah tamahannya, masih sama dengan bau batiknya..... Rinduku amat besar pada kota satu ini... tapi hatiku ibarat dipartisi, tak ada koneksi di dalamnya. Lukanya kembali basah ketika saya harus melihat kedua pasang bola mata sayu nan ramah itu menatapku. Saya terluka kembali jika harus melihat mutiara kasih saya tersenyum ramah terhadap saya. Bukan karena goresan senyumnya tapi karena saya menyadari bahwa diri ini tidak bisa lama menemaninya... 

Terasa diiris jika harus melihat mereka yang begitu mencintai saya harus berjalan pelan mendekati saya. Menepuk bahu saya dan mencium kening saya dengan kasih. Rasaya seperti ratusan beton menimpa tubuh saya.

Terasa seperti di bakar hati saya ketika mereka memelukku dengan erat dan gerbong kereta api membawa pergi jiwa dan roh saya kembali ke medan perantauan saya. Allah... jaga mereka.... jaga mereka untuk saya.... jaga dan lindungi mereka.... Ribuan bahkan jutaan kalimat tak bisa saya ungkapkan seberapa besarnya cinta saya terhadap mereka... 

Untuk uti dan kakung yang selalu ada di dalam hati saya, Kulo matur suwun sanget eyang...


Jumat, 23 September 2011

Kangen??!!!


“Apa yang ditakutkan dari rasa kangen? Kangen adalah dua hati yang terpaut” Quote itu sangat sukses membuat hati saya terjaga malam ini. Saya kangen dengan kota kecil yang ada di tengah pulau jawa itu. Kekangenan saya malam ini mencapai angka yang sangat cantik. 23 hari 23 jam pada tanggal 23 September 2011.

Saya sangat ingat ketika saya harus memutuskan untuk pergi dari kota metropolitan ini, masuk ke dalam kota yang mana transportasi satu persatu akan lenyap ketika bagaskara sudah ditutupi oleh gelap. Entah apa yang membuat saya tergerak untuk tinggal di sana tapi saya tau kalau hati selalu tepat untuk memilih sesuatu.

Saya rindu SOLO. Saya terlalu aman dan nyaman di sana. Kesantunan orang-orang yang ada di sana membuat saya merasa di surga. Senyuman orang-orang di sana membuat saya sadar bahwa sulit sekali menemukan senyum iklas seperti itu di luar sana dan yang paling penting adalah saya mempunyai orang-orang hebat dan ajaib di sana. Orang-orang yang ‘MAU’ dan ‘TAU’ semua kebodohan saya.

Ini bukan sekali dua kalinya saya merasa kangen terhadap sesuatu, tapi biasa saya simpulkan bahwa rasa kangen terhadap kota kecil itu sudah mencapai level cinta. Saya cinta SOLO. Saya cinta apapun kenangan yang saya buat di sana. Entah kenakalan, kebodohan, bahkan hingga kesalahan yang saya buat di sana. Empat setengah tahun saya tinggal di dalamnya dan itu bukan waktu yang singkat dan tidak bisa saya katakaan waktu yang panjang, tetapi waktu itu cukup membuat saya tau bahwa kota itu sangat berharga untuk saya.

Pernah saya menuliskan tidak akan pernah kembali ke kota itu, hanya karena gejolak remaja yang labil dan saat ini saya menarik semua perkataan itu yang sudah terlanjur lepas mengudara. Saya akan kembali ke sana, kembali mencium udara batik di Laweyan, mendengar dengungan cerobong asap di pabrik gula, kembali membawa ‘ipeh’ berkelana sepanjang jalan, mampir ke hik malam langganan, makan segho kucing, ayam goreng pak mantep, memandang lampu” di slamet riyadi, ahhhhhhhhhhhhhhhh aku kangen soloooooooooo.

23 September 2011 (23.00 WIB)
(Sambil memandangi hasil dokumentasi)